Marriage syndrom

Posted: April 3, 2011 in Uncategorized

no need prepare sweet words to propose me
no need prepare sweet ring to propose me
no need prepare sweet promises to propose me
no need prepare sweet dowry to propose me
just prepare ur sweetest love 4 God, ur sweetest respect 4 my parents, and ur sweetest smile 4 me :D

Resep Perempuan tangguh

Posted: January 6, 2011 in Uncategorized

Bahan-bahan :

  1. jati diri kemusliman
  2. kepribadian Islam
  3. Seenyum yang tulus
  4. amal shaleh

Untuk isi :

  1. Niat yang ikhlas
  2. sabar yang syar’i
  3. syukur yang shahih
  4. kemuauan yang keras
  5. keyakinan yang bulat
  6. keIstiqamahan

Cara membuat :

  1. bersihkan badan dari kotoran maksiat, najis, niat buruk, pemikiran zionist dan pemikiran lain yang merusak bagi akidah
  2. Canpur bahan-bahan luar dan isi dengan hati sampai menyatu sempurna sesuai contoh Rasulullah saw
  3. Kocok terus sampai terlihat hasilnya. Hidari perubahan menuju keputusasaan.
  4. masukan campuran bahan tadi ke dalam pembakaran majelis ilmu , medan dakwah dan medan kehidupan yang sering kali terasa berat dijalani.
  5. sajikan dengan kehangatan ukhuwah Islamiyah dan pengharapan ridho Allah
  6. jika hidangan belum terasa nikmat anda pasti kurang tilawah, kajian hadits, dan berdoa.
  7. sajian terasa lebih dengan dengan kualitas dan kuantitas amal shalehah yang baik.

jatuh untuk menang

Posted: January 5, 2011 in pencarian

masa lalu. sesuatu yang tidak mungkin dihindari adanya. dia seperti halnya bayngan, mngejar kita, mau lari kemanapu, dia tetep di sebelah kan? kesimpulan 1 : kita ga bisa lari dari masa lalu

pertanyaan 1 : kenapa harus lari. jawab : itu cara termudah.

prtanyaan 2 : kenapa harus jalan termudah. jawab : karena aku si lemah.

pertanyaan 3 : siapa kau? pengemis yang menengadahkan tangan mmohon pertolongan? jawab : aku tak mau jadi seperti itu.

pertanyaan 4 :apa yang kau mau? jawab : aku mau..lepas.

lepas; terbebas; bebas dari pengekangan yang menyesakkan; mendapatkan udara segar dan ruang untuk bergerak; tanpa sekat; tanpa penghalang; maju dengan bebas; meraih yang diinginkan; kemenangan.

pertanyaan 5 : apa yang kau punya? jawab : keterpurukan.

keterpurukan; jatuh dalam; terjatuh tanpa bangun; terseret tanpa tenaga; tanpa usaha.

pertanyaan 6 : kenapa? apa yang terjadi? jawab : aku jatuh.

pertanyaan 7 : apa tujuanmu? jawab : kemenangan.

kesipulan 2 : aku jatuh dan terseok tanpa usaha untuk bangkit.

pertanyaan 8 : mengapa kau begitu berubah ubah? jawab : ini proses.

pertanyaa 9 : apa gunanya proses. jawab : untuk jadi pengalaman dan pelajaran.

kesimpulan 3 : butuh proses menuju kemenangan.

kesimpulan 4 : (kesimpulan sendiri) jatuh –>  menjadi pengemis –> butuh usaha. yang terjadi –> proses –> pelajaran–> kemenangan.

kesimpulan 5 : (makin ga nyambung) aku jatuh. terseok. untuk menang dikemudian hari.

Anugrah XD

Posted: November 14, 2010 in about me

mau kubilang apa? mau kuelak seperti apa? mau kusanggah bagaimana? aku sama sekali tak menemukan cara. tubuhku tak mau bekerja sama, senyum maluku terlanjur terekah, pipiku terlanjur memerah, hatiku terlanjur berbunga. Meski ku tak mengerti apa ini, meski ku tak mengerti harus bagaimana, aku tahu ini bukanlah suatu kesalahan. merasakan degup jantung yang semakin cepat, merasakan darah yang mengalir begitu deras, merasakan ribuan bunga bermekaran di jiwaku yang tertutup malu, aku menyukai peerasaan ini. indah sekali, menyenangkan. perasaan yang senantiasa merayapi hatiku ini, bukan aku yang mendatangkannya, bukan aku yang memintanya, terpikir olehku pun tak pernah. Perasaan ini, mempertegas kehadirannya dalam diriku, memperkokoh bentuknya, setiap aku melihat sosok dia. setiap kali aku mendengar suaranya, apalagi senyumnya.

hmmm, aku tahu ini bukan mauku, tapi sekarang ini yang kumau. ini… anugrah ini… huaaaa ^-^

Banyak Jalan Menuju Roma

Posted: August 26, 2010 in pencarian

Gereja ; bila mendengar kata aku yang terpikir olehku adalah suatu bangunan besar dengan sebuah lambang salib terukir di depannya dan bisa kkupastikan juga terukir di setiap ruangan yang ada di dalamnyya. Terbayang olehku ratusan orang memasuki gedung itu, ratusan orang… yang telah keliru dalam kepercayaan yang telah jelas bagiku dan harusnya telah  jelas bagi mereka, salah. Ketika aku memikirkannya, yang terpikir adalah umat sesat yang digembalai oleh seorang yang menutup matanya akan kebenaran terselubung dalam kepercayaan yang dianutnya, hanya berusaha untuk mempertahankan adanya kepercayaan itu di dunia, bukan mempertahankan kebenaran kepercayaan itu di dunia. Secara keseluruhan, pandanganku lumayan buruk terhadap mereka. Namun, itu dulu.

Kamis, 26 Agustus 2010, pagi yang cukup cerah, tapi bukan itu yang menjadikan aku bersemangat padi itu. Kunjungan. Kunjungan ke Gereja Katolik Santo Paulus. Berbagai pemikiran bergulat dalam otakku, bersaing untuk menjadi yang palling didengar olehku. Satu hal. Satu hal yang aku pikirkan saat berangkat menuju tempat kunjungan ; “Aku akan menamukan sang Perbadaan, aku akan mengoreknya sedikit demi sedikit , menjawab semua pertanyaan dalam benakku.. untuk memperkuat keyakinanku, bahwasanya dengan kami semua yang berbeda, dengan kepercayaan dan Ketuhanan kami yang berbeda, dengan pola pikir kami yang berbeda akan kebenaran yang hakiki, kami tidaklah harus bersinggungan, kami tidaklah harus berperang, karena kami insyaAllah akan bisa hidup berdampingan. “

satu hal. Satu hal yang aku pegang saat berangkat ke gereja Santo Paulus. ” I come with peace, to find the differences to build a bridge for us (muslim and gereja) to be one, togeteher, and I’ll leave with more than peace”

Dalam kunjungan, banyak hal aku tanyakan kepada Pak Haryoso, Ketua I Dewan Pastoral Paroki dan Anggota DPP lainnya disana. Kucari titik temu yang kuinginkan, tapi semakin dalam aku bertanya, semakin sadar aku, bahwa semakin banyak hal yang harus kuungkap. Konsep Allah Bapa, Alah Putra dan Roh Kudus tak sesimpel yang kukira sebelumnya, bahwa mereka juga sama seperti aku yang sejak lahir di doktrin dalam Islam dan masih mencari kebenaran yan hakiki untuk bekal di akhirat nanti. Begitu banyak, begitu banyak perbedaan antara kami dan mereka. cara beribadat, Ketuhanan, Kitab suci dan bahkan lebih banyak dari yang bisa kupikirkan sebelumnya.Kebingungan mereka saat kutanya “memang apakah Katolik dan  Protestan itu Tuhannya berbeda? Kitab Sucinya kenapa bisa berbeda padahal Martin sendiri (pendiri Protesta) lahir dalam Kaolik, lalu…” sama dengan kebingunganku jika ada yang bertanya, mengapa aku mengambil cara shalat aliran ini? kenapa aku tidak mengikuti Syiah atau Sunni? apakah telah jelas bagiku kebathilan dalam sautu aliran sehingga akku tidak menganutnya?

Tak kusangka, semakin lama disana, bukan aku semakin puas, namun aku semakin haus, dahagaku akan ilmu dan informasi yanng belum sanggup dicerna oleh akalku yang terlalu simpel berpikir. Namun, satu hal yang dengan puas kudapatkan:

Dari begitu benyak perbedaan, satu hal besar yang sama diantara kami dan mereka. Kami hidup untuk mencari kebahagian yang hakiki, kebehagian disampngNya kelak, kebahagiaan akhirat yang abadi. Hanya cara yang berbeda. sebagai contoh, sebelum beribadah mereka juga ber”wudhu”, namun dengan cara yang berbeda, mereka juga berdoa, dengan cara yang berbeda. Tapi, jika Muslim itu muslim yang benar, dan gereja itu adalah seorang Gereja yang benar, tujuannya sama, mendapatkan tempat disisiNya kelak.

Disitulah titik temunya, disitulah jembatan penghubungnya, disitilah point untukku menjadi dalih nyata unuk bersanding berdampingan dengan mereka. karena.. Banyak Jalan Menuju Roma.. dengan jalan yang berbeda, mari kita raih tujuan mulia yang sama.

Subhanallah. Alahuakbar. Bismillah!!!!

Ketika hatiku telah bicara

Posted: August 26, 2010 in about me

Aku bukan anak baik, bukan anak rajin, bukan juga anak yang pintar.

Aku selalu melakukan sesuatunya atas keinginanku. ketika aku shalat karena ingin mendekatkan diri padaNya, ketika aku bertutur karena ingin menjelaskan pada mereka kebenaran dalam pandanganku, ketika aku melangkah karena tujuan yang kuinginkan, bahkan, ketika aku membolos karena ingin tidur di rumah.

Hal yang menjadi keuntunganku adalah, keinginanku terbentuk dari berbagai pertimbangan, dihasilkan dari konflik pemikiran dalam otakku yang melebur menjadi satu titik temu yang tak selallu tepat.

namun, berbeda halnya ketika aku tau sesuatu itu salah, aku tau tak seharusnya aku melangkah kesana, aku tau tak seharusnya kujadikan tujuan, tapi aku tetap melangkah, namun aku tetap maju, kujadikan celah sempit rawan sebagai dalih pembelaan.

Kujadikan celah itu sebagai alasan untuk mengijinkan diriku sendiri untuk maju, berharap.. aku bisa mendongkrak celah itu, menjadikannya hal kecil yang berdampak besar.

satu hal yang selalu kupegang… jalani perintahNya, jauhi laranganNya

bismillah

Become a leader for the first time

Posted: August 21, 2010 in School

Hmm.. semua berwal dari satu rasa memberontak akan keadaan, bingung saat itu, banyak yang terpikir, “kok smuth gini sih?” “kok beda sih” “bukannya harusnya gini ya?”

awalnya, hanya rasa penasaran yang terbentuk, namun lambat laun timbul perasaan ‘mau’, ada sesuatu yang ingin kulakukan, krn aku juga tau ada sesuatu yang harus aku lakukan, tapi saat itu hanya sekedar ingin. ‘ingin jadi seperti ini’ ‘ingin jadi seperti itu’

waktu berselang, semakin bayak hal terjadi, rasa berontak itu semakin kuat, menumbuhkan bibit tekad untuk sesuatu, aku pun mulai aktif dalam organisasi, tidak banyak yang kulakukan, hanya berfikir.

bagai api yang disiram bensin, keadaan kelasku (XB) sangat mandukung, meyiram bibit itu dengan tekun, menghancurkan tembok penghalang pemikiran sempit, mejadikan tekad itu tumbuh subur, tapi… sanggupkah aku? yang terpikir olehku adalah segala keterbatasan dan kekkurangan yang kumiliki, sama sekali tidak ada keyakinan akan tekad yang kumiliki.

Aku berfikir, kkusadari itu hanya caraku untuk mengelak dari tanggungjawab atas kemajuan sekolahku ini, kusadari itu hanya tangisan cengeng seorang yang mengharap untuk diseret maju.

hingga saatnya pun tiba, pemilihan ketua MPK, secara otomatis aku masuk calonnya karena sudah satu periode dlm organisasi itu. jantungku berdetak, berbagai hal berkecambuk dalam diriku, melebur menjadi ketakutan yang cukup dalam, sanggupkah? Pantaskah aku brdiri disini sekarang? apa yang harus kukatakan? haruskah aku mundur?? senyum tersungging di bibirku, walau aku tak melihatnya, aku tau itu senyuman terdingin yang kubuat hari itu, namun apa daya, aku mencoba untuk tetap tenang.

Lama berfikkir, kusadari aku hanya mempersulit keadaanku, yang perlu kulakukan hanya maju, maju sebagai aku, maju dengan semua pemikiranku. saat tiba giliranku, kukatakan apa yang tertanam di benakku sejak lama, menjelaskan segala kebingungan dan keganjalan yang kurasakan, aku tak bilang aku ingin jadi pemimpin, karena telah jelas bagiku, bahwa jika aku memegang teguh pemikirankku, tidak hrs jadi pemimpin untuk mewujudkannya. Dan ternyata… aku mendapatkan posisi pemimpin itu. Rasa takut seketika menerjang, membayangkan beban berat yang akan kupikul, membayangkan aku, aku sebagai pemimpin.

Cukup lama aku shock, tak tau harus bagaimana. Hingga akhirnya aku disadarkan kembali, jadilah diriku, bawa dan bangun semua pemikiranku untuk membangun kembali sekolahku, pegang teguh moto hidupku “do your best to be better”

Bismillah!!!!!!!! Caooooo!!!